Select Page

Media Sosial Penebar Ketakutan di Tahun Politik, Benarkah?

Media Sosial Penebar Ketakutan di Tahun Politik, Benarkah?

Bukan kesalahan kandidat atau pendukung Jokowi dan Prabowo, yang menjadi kesalahan adalah rasa ketakutan yang ada di hati kecil rata-rata individu dan kalangan masyarakat itu sendiri, dan itulah konsekwensi awal dari suasana gerah politik yang tengah terjadi saat sekarang ini.

Sejak sekitar satu dekade lalu, obrolan-obrolan terkait politik bukan lagi barang mewah milik elite parpol, pemerintah, akademisi, dan mahasiswa, Public Sphere yang digagas dan menjadi ajang, di mana hampir setiap orang bisa saling berargumen tentang politik.

Situasi keaadaan sekarang sudah going digital sehingga berbeda jauh dengan ruang publik yang sesungguhnya, ruang publik di dunia maya tidaklah mudah untuk bisa dikontrol, ada yang mau tampil anonim atau menjadi alter ego tidak ada yang melarang, ruang diskusi pun rentan bercampur antara fakta dan fiksi, antara argumen dan sentimen.

Disadari atau tidak, media sosial menjadi fear factory (pabrik ketakutan) yang bisa dirasakan sebagai media penebar ketakutan dan hingar bingar, alih-alih hendak mencerdaskan namun yang teradi adalah sebaliknya, media sosial yang telah dikuasai pasukan cyber justru dikondisikan untuk menebarkan ketakutan kesemua orang dan mengganggu kenyamanan kita.

Logikanya ketika orang ditakut-takuti maka rasa takut atau rasa khawatir bisa saja timbul secara langsung maupun tidak langsung, rasa takut kalah, takut menderita, takut ditindas, takut sengsara, dan lain sejenisnya jika sudah timbul rasa takut, maka otak akan sulit berfikir jernih hingga mengalami gagal fungsi dalam menerima dan mengolah informasi, karena sudah kalah dengan emosi.

Sehingga urusannya hanya seputaran menang atau kalah dan menjadikan mereka ada di dimensi yang jauh berbeda dengan elite politik konflik, konsensus, dan kompromi adalah barang yang masih dapat dibilang asing untuk masyarakat.

Mari berhenti menikmati ketakutan cari informasi yang benar dari kedua kubu politik,  tonton semua saluran TV, baca semua artikel dari media online dan offline  jangan mau dibodohi informasi media, jangan mau ikut untuk diadu karena ujung-ujungnya menang cuma jadi arang kalah jadi abu.

Tugas media massa yang benar dan bertanggung jawab adalah menjadi jembatan yang baik agar rakyat bisa lebih cepat memahami makhluk yang namanya politisi, hari ini mereka masih bisa membakar-bakar emosi kita, namun satu saat di masa depan sudah tidak bisa lagi karena rakyat sudah menjadi lebih cerdas.

Dari Berbagai Sumber

Editor: Freddy Watania

 

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *