Select Page

Propaganda: Mesin Politik Sosial

Propaganda: Mesin Politik Sosial

Social Political Engineering  (SPE) atau Mesin Politik Sosial bahasa keren dari propaganda. Apa sebenarnya pengertian Propaganda itu ?

Propaganda (dari bahasa Latin modern: propagare yang berarti mengembangkan atau memekarkan) adalah rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang. Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya.

Propaganda kadang menyampaikan pesan yang benar, namun seringkali menyesatkan di mana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran kognitif narasi subjek dalam kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu.

Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda.

Sebagai komunikasi satu ke banyak orang (one-to-many), propaganda memisahkan komunikator dari komunikannya. Namun menurut Ellul, komunikator dalam propaganda sebenarnya merupakan wakil dari organisasi yang berusaha melakukan pengontrolan terhadap masyarakat komunikannya. Sehingga dapat disimpulkan, komunikator dalam propaganda adalah seorang yang ahli dalam teknik penguasaan atau kontrol sosial. Dengan berbagai macam teknis, setiap penguasa negara atau yang bercita-cita menjadi penguasa negara harus mempergunakan propaganda sebagai suatu mekanisme alat kontrol sosial

Propaganda mencakup semua kehidupan manusia yang sekarang disebut Social Political Engineering (SPE) atau Mesin Politik Sosial , agar dapat berhasil, propaganda harus memanfaatkan kelemahan-kelemahan psikologi yang terdapat dalam suatu negara, masyarakat, rakyat, maupun perorangan atau individual.

Propaganda yang direncanakan akan mempunyai dua kelas umum tanggapan sebagai sasaran yaitu:

  1. Tanggapan mempersatukan (cohesive response)tanggapan umum, seperti halnya kemauan, mendorong, menuntut, dan bekerjasama.

Perilaku mempersatukan dapat melambangkan kebersamaan, dalam pendekatan ini sasaran (audiens) merasa menjadi bagian dari suatu tujuan yang lebih besar, metode ini kemudian disebut sebagai “ band wagon ”.

  1. Tanggapan mencerai-beraikan (divisive response)mendorong sasaran untuk selalu menempati ruang kepentingannya sendiri diatas tujuan kelompok, masyarakat, dan sekelilingnya, perilaku mencerai beraikan bisa berbentuk desersi, menyerah, subversi, perlawanan, disintegrasi, dan nonkoperasi.

Propaganda adalah kegiatan direncanakan yang dijabarkan dengan menggunakan kata maupun tindakan dan atau kombinasi keduanya, dengan maksud untuk mengubah suatu tingkah laku secara sukarela.

Sebagai referensi untuk melakukan kajian dan analisis dari suatu kejadian, ada beberapa metode yang bisa kita pergunakan yaitu; jangan membaca untuk kepuasan (don’t read for content), namun membacalah untuk tujuan (read for purpose).

Jangan hanya memperlihatkan apa yang dikatakan oleh artikel-artikel dalam media offline maupun online, statement umum atau press release.

Tetapi tanyakan pada diri sendiri mengapa hal itu dikatakan ( apakah maksud tujuan dari sang pembuat laporan, artikel atau statement serta apa yang hendak dicapainya?.

Lakukan cek dan ricek secara langsung, serta mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang relevan kepada orang-orang yang tepat, sebab lebih dari 50% informasi yang baik dalam segi kualitas dan kuantitas, berasal dari hasil analisis, press report yang dilakukan oleh seorang ahli, dan analisis yang baik. (Dari berbagai sumber)

Penulis: Freddy Watania

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *