Select Page

Kesadaran Politik Hak dan Kewajiban Warga Negara

Kesadaran Politik Hak dan Kewajiban Warga Negara

Psychology Of Voting (Psikologi Pemilih), terjadi ketika sekelompok masyarakat ada yang membenci atau bahkan memusuhi satu dari dua kandidat yang bertarung, maka mereka cenderung akan ikut memilih atau bergabung ke kubu lawan dari tokoh yang dibenci tersebut.

Mendukung kubu lawan tentu, akan menjadi satu cara dalam mewujudkan agenda kepentingan politik yang sesuai dengan kebutuhan mereka ! hingga ada sebuah jargon yang menyatakan bahwa ” lawan dari musuhku adalah temanku. ”

Namun bagaimanapun juga, di dalam sebuah sistem negara demokrasi, aspirasi politik yang tidak dilindungi adalah setiap hal yang kontra terhadap sistem demokrasi itu sendiri.

Sejatinya kesadaran politik adalah kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Tingkat kesadaran politik diartikan sebagai tanda bahwa warga masyarakat menaruh perhatian terhadap masalah kenegaraan dan atau pembangunan

Untuk menghadapi situasi kondisi tahun politik menjelang pemilu, pertama-tama yang harus disiapkan adalah stok kewarasan, akal sehat perlu dijaga, dukungan sporadis tanpa memperhitungkan rasionalitas bukanlah hal yang tepat.

Ketika emosi sudah tidak dikontrol lagi oleh kesadaran diri pribadi, maka akan mudah terkontaminasi oleh narasi-narasi yang dibangun oleh tim pemenangan calon-calon yang bertarung.

Tujuan berpolitik adalah untuk mewujudkan Indonesia yang bermartabat  namun hal itu seolah terlupakan karena arogansi keinginan untuk menang pertandingan dengan strategi apapun.

Dalam beberapa waktu ini, kita bisa melihat dengan begitu jelas bahwa mesin-mesin politik pemenangan calon yang didukung justru lebih banyak mengedepankan pembunuhan karakter secara personal, dengan cara mematikan potensi lawan dengan berita palsu, label-label negatif ataupun stigma tertentu.

Penyerangan frontal di tujukan kepada identitas personal sang calon lawan tandingnya, bukan pada program-program yang disodorkan, sikap prilaku demikian jelas bukanlah hentuk pendidikan politik yang baik.

Membangun narasi-narasi politik yang penuh dengan intrik serta menggadaikan akal sehat adalah pembelajaran politik yang buruk bagi bangsa dan generasi muda khususnya

Penulis : Aurego Jaya

Editor: Freddy Watania

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *