Select Page

Kasus Novel Kembali di Demo

Kasus Novel Kembali di Demo

Bengkulu-KNS- Minta Kasus Novel Baswesdan dibuka kembali dan meminta di proses ke Pengadilan, Puluhan massa yang mengatasnamakan Forum Rakyat Bengkulu Untuk Keadilan (FRBUK) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu (Kejati) jumat (28/12/2018)

Novel Baswedan pernah dilaporkan ke Mabes Polri pada tahun 2015 Lalu, kasus Novel di sidik Mabes Polri dan dinyatakan P21 . Kemudian, setelah di Kejaksaan Negeri Bengkulu, Jaksa lalu membuat dakwaan dan sudah di daftarkan untuk di sidangkan perdana di Pengadilan Negeri Bengkulu.
Namun, saat itu jaksa meminta berkas perbaikan dakwaan yang pada akhirnya jaksa menghentikan penuntutan perkara tersebut. Kasus Novel ini sendiri telah dihentikan di tingkat Kejaksaan karena dianggap tidak terbukti sesuai dalam Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Nomor B 03/N.7.10/Eo.1/02/2016 yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu.

Dugaan kasus Kasus yang menyeret Nama Novel Baswedan saat menjadi Kasatreskrim Polres Kota Bengkulu tahun 2004 bermula dari penangkapan Irwansyah beserta lima orang lainnya terkait pencurian sarag walet. Diduga terjadi perlawanan dari para pelaku hingga Novel Baswedan beserta anak buahnya memberi peringatan dengan penembakan.

Dari penembakan yang mengakibatkan meninggalnya salah satu pelaku tersebut, Novel Baswedan sempat menjalani pemeriksaan etik di Mapolres dan Mapolda Bengkulu. Dirinya hanya dikenai Sanksi dan masih menjabat sebagai Kasatreskrim.

Terkait penghentian Kasus Novel tersebut Saiful Anwar kordinator aksi FRBUK dalam orasinya meminta Kejaksaan meberikan rasa keadilan terhadap korban, untuk membuka kembali kasus tersebut dan menyeret Novel Baswedan ke pengadilan.
“Aksi ini meminta Kejaksaan Agung untuk memproses hukum dan menyeret Novel Baswedan ke Pengadilan” ungkapnya, didampingi Sadikin Ali dan Didi.

Berikut pernyataan sikap FRBUK :
1. Kami atas nama rakyat Bengkulu meminta Kejaksaan Agung RI bertanggungjawab atas penghentian perkara penganiayaan yang melibatkan Novel Baswedan. Perkara tersebut terjadi di Bengkulu yang melibatkan warga Bengkulu. maka, apa yang dilakukan Kejaksaan agung atas perkara tersebut telah mengkhianati atas rasa keadilan bagi warga Bengkulu dan seluruh warga negara Indonesia

2. Meminta Kejaksaan Agung RI mencabut surat pemberhentian penuntutan Novel Baswedan dan melanjutkan proses penuntutan ke muka pengadilan Negeri Bengkulu sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku

3. Meminta Pengadilan Negeri Bengkulu untuk mengadili Novel Baswedan sesuai dengan berkas perkara yang sebelumnya telah dilimpahkan oleh Kejaksaan Agung RI

4. Mengutuk keras segala bentuk perlakuan diskriminatif didepan hukum termasuk kepada saudara Novel Baswedan yang mendapat perlakuan istimewa bahkan kebal dimata hukum (fW)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *