Disparpora Upayakan Kabupaten Mukomuko Wisata Lokal Maupun Interlokal Menjadi Destinasi Wisata

by redaksi redaksi
0 comment

Kawalnews.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mukomuko terus berupaya membuat kawasan wisata menjadi destinasi bagi wisata lokal maupun interlokal. Salah satunya kawasan objek wisata Danau Nibung yang terletak dikawasan Kecamata Kota Mukomuko.

Kepala Disparpora, Apriansyah, ST mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berupaya membuat kawasan Danau Nibung menjadi destinasi bagi wisata lokal maupun luar daerah. Tidak tanggung-tanggung pihaknya juga sudah membuat master plan (perencanaan) untuk pengembangan kawasan tersebut. Seperti contoh membuat resort, seperti hunian hotel yang nantinya juga bisa dijadikan sebagai lokasi pertemuan rapat.

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita kembangkan di kawasan objek wisata Danau Nibung tersebut. Hanya saja saat ini kita belum bisa melakukan semua perencanaan. Karena hal ini, Disparpora  belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) penetapan penunjukkan sebagai pengelola dari bupati.

“Jika sudah ada SK tersebut, maka kita sudah bisa melakukan pengelolaan terhadap kawasan objek wisata tersebut,” ungkap Apriansyah saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (02/01/2021).

Terkait sejauh mana proses saat ini, Apriansyah menjelaskan pihaknya sudah mengajukan surat agar bisa menjadi pengelola di awal Januari 2021 lalu. Meski sempat ada perbaikan, pihaknya mengakui sudah melakukan perbaikan seperti dasar-dasar dan naskah dalam pengajuan. Selanjutnya masih menunggu hasil terkait kapan SK penetapan pengelola bisa diterima.

“Jadi beberapa perbaikan dalam pengajuan sudah kita lakukan, dan saat ini kita sifatnya masih menunggu sampai mendapatkan surat keputusan tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh, Apriansyah juga menegaskan, selain Danau Nibung pihaknya juga akan berusaha mengembangkan potensi wisata di objek yang lain seperti pantai dan air terjun. Namun semuanya akan berjalan dan akan terealisasi jika pemerintah dalam hal ini bupati sudah memberikan SK penetapan pengelola. Karena apabila belum belum memiliki SK, pihaknya belum bisa berbuat. Namun jika SK sudah diterima maka pada seluruh pihak baik OPD terkait termasuk investor akan diajak kerjasama untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata yang menjadi daya tarik bagi Mukomuko dimata para wisatawan. Seperti halnya untuk master plan pengembangan Danau Nibung yang akan membuat resort, pihaknya tentu akan melibatkan investor.

Jika ini benar terjadi, pihaknya akan terlebih dulu menyarankan investor untuk membuat izin amdal, karena jika didirikan bangunan lebih dari 2000 meter persegi memang harus ada izin amdal. Intinya apabila investor sudah ada yang berminat maka tahapan selanjutnya yand dilakukan investor adalah mengurus izin amdal terlebih dahulu.

Hal ini juga termasuk juga jika terealisasi pemanfaatan kawasan menjadi kawasan destinasi wisata wahana edukasi yang dalam artian lainnya tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata. Tapi pihaknya juga berusaha untuk membuat kawasan tersebut sebagai edukasi pembelajaran bagi seluruh masyarakat pengunjung, khususnya bagi anak-anak sekolah ataupun mahasiswa.

“Selain hunian resort dan pengembangan lainnya. Direncanakan juga akan ada lokasi untuk pemanfaatan perkarangan dari segi peternakan. Contohnya, bisa ada lokasi ternak sapi, yang nantinya dari kotoran sapi bisa dijadikan sebagai pupuk bahkan biogas sehingga bisa mengalirkan listrik. Jadi jika ini berhasil terwujud maka Danau Nibung tidak hanya sekedar diminati sebagai destinasi wisata saja, tetapi juga bisa dijadikan sebagai wahana edukasi dengan berbagai contoh lainnya juga nanti. Intinya kalau kawasan wisata kita maju, termasuk di tiga objek tadi, Danau Nibung, Pantai dan Air Terjun, maka dampak positifnya juga akan berkaitan pada pelaku tour dan travel untuk mengantarkan beberapa para wisatawan yang tiba dari luar daerah. Intinya kita berharap selain pengembangan potensi wisata, tetapi juga akan ada dampak baiknya pula untuk perekonomian di kabupaten ini,” tambahnya.

Disinggung mengenai sarana dan prasaran (sarpras) dikawasan tersebut, kedepan pihaknya juga menjalankan Peraturan Daerah (Perda) retribusi. Pasalnya perda tersebut sudah ada sejak lama. Seperti retribusi yang masuk yakni retribusi sewa lapak, toilet umum, dan menara pandang yakni bangunan yang dibangun dari dana DAK untuk fasilitas pengunjung guna dinikmati oleh pengunjung seputaran danau. Adapun dari bangunan tersebut nantinya akan ada 2 unit dengan masing-masing unit mencapai tiga lantai. Pihaknya juga akan memperbanyak tong sampah. (Ambo/BD)

You may also like

Leave a Comment