Mengunjungi Masjid Agung Pondok Tinggi Masjid Unik Yang Menjadi Iconik

by redaksi redaksi
0 comment

Kawalnews.com – Masjid unik yang menjadi iconik Kota sungai penuh selain memiliki wisata alam yang menarik mata wisatawan juga terdapat banyak wisata religi yang kental dengan nilai budaya dan sejarah. Masjid agung pondok tinggi salah satunya, masjid yang menawarkan nilai keindahan dengan ukiran cantik di setiap titik bangunan.Mengapa demikian?karna masjid tersebut menjadi iconik dari kota sungai penuh.

Kata Jumadi (marbot/pemelihara) Masjid Agung Pondok Tinggi ini terletak di tepi Jalan Depati Payung di Kelurahan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh. Sebelum tahun 1953 masjid ini bernama masjid Pondok Tinggi, tetapi pada tahun 1953 masjid ini pun mendapatkan pergantian nama menjadi Masjid Agung Pondok Tinggi .

Pergantian nama ini diberikan oleh wakil Presiden R.I Mohammad Hatta sewaktu berkunjung ke kerinci pada masa itu masih termasuk dalam kabupaten Pesisir Selatan dan Kerinci ( PSK ) Provinsi Sumatera Tengah. Dalam kunjungannya, Bapak Mohammad Hatta sangat tertarik pada kontruksi, seni, dan keunikan bangunan masjidnya. Masjid ini didirikan pada hari Rabu, 1 Juni 1874 yang mana atap dari masjid ini semulanya terbuat dari ijuk dan bambu bulat yang ditegakkan sebagai dinding.

Masjid Agung Pondok Tinggi didirikan dengan dasar musyawarah dan semangat gotong royong seluruh masyarakat desa Pondok Tinggi.

Musyawarah diikuti oleh seluruh para Depati, para Ninik mamak (Rio), orang tua cerdik pandai, para tuo taganai, anak jantan dan anak batino (orang Semendo) serta para pemuda. Peramuan perkayuan masjid diambil dari limbah belantara yang bernama Pematan Limo Gunjea, milik adat dusun Pondok Tinggi di rimba itu banyak terdapat kayu besar, bermutu, keras dan tahan lama seperti kayu latea, kayu tuai dan kayu medang jangkat. Setelah memasuki pekarangan masjid mata akan disuguhi dengan corak ukiran di dinding masjid yang sangat menarik tidak cukup disitu saja pada pekarangan dalam dan luar masjid juga terdapat banyak konstruksi menarik yang wajib diketahui. Adapun bagian konstruksi Menarik tersebut ialah :

1. Atap

2. Menara

3. Beduk/tabuh

4. Pemasangan/pasak

5. Ukiran dan hiasan

Masjid ini terbuat sepenuhnya dari kayu, dan masjid ini juga memiliki banyak sekali tiang yaitu sebanyak 36 tiang penopang yang dibagi 3 kelompok.

1. Tiang panjang sambilea

Tiang panjang sambilea ( tiang panjang sembilan), panjang tiang ini 9 Depa atau ± 15m, jarak antara satu tiang dengan tiang lain 10-11m sama besar dengan Ka’bah di Mekkah. Keempat tiang ini merupakan “ Tian Tuao “ dan “ Sako Guru “ dipuncak Tian Tuao ini dahulunya diberi dan memakai kain berwarna merah putih. Ini berarti warna merah dan putih sudah dikenal sejak dulu di Kerinci, seperti gulai merah dan gulai putih, bila ada kenduri/jamuan makan. Pada dasar tiang tua ini ditanam benda logam dari emas (paku emas). Tiang ini dibuat persegi delapan berarti pucuk larangan yang delapan yang dlingkungi oleh adat yang empat.

2. Tiang Panjan Limao

Tiang Panjan Limao ( tiang panjang lima ) panjang tiang 5 depa atau ± 8 m. Persegi 8 da sebanyak 8 buah, setiap sisi kelihatan berjajar sebanyak 3 buah, dengan tinggi 8 m, menunjukkan adanya adat yang mempunyai sanksi hukuman berat, yaitu “ pucuk larangan yang 8 “ seperti :

a. Upah Acan ( Upas racun )

Upas : Membuat manusia sakit merana

Racun : Membuat manusia muntah darah dan mati

b. Sumbang Salah

Sumbang : Berjalan atau duduk berdua-duaan pria dan wanita

Salah : Apabila telah melakukan maksiat atau zina

c. Sia Bakea ( Siar Bakar )

Siar : Membakar tetapi belum sampai menghanguskan harta orang lain

Bakar : Membakar sedang menghanguskan harta atau milik orang lain

d. Tikan Buneah ( Tikam Bunuh )

Tikam : Hanya melukai orang lain

Bunuh : Melukai orang sampai mati

e. Maling Curai ( Maling Curi )

Maling : Mengambil harta orang lain tanpa izin pada siang hari

Curi : Mengambil harta orang lain tanpa izin pada malam hari

f. Rebut Rampeah ( Rebut Rampas )

Rebut : Merebut harta orang lain dengan paksa dan belum memperolehnya

Rampas : Merebut dan telah memperolehnya

g. Dago Dagi

Dago : Ancaman menantang berkelahi tapi belum jadi

Dagi : Ancaman berkelahi dan terjadi

h. Umbuk Ambal

Umbuk : Merayu berbuat hal yang tidak diinginkan dan belum terjadi

Ambal : Merayu sampai terjadi untuk memiliki harta

3. Tiang Panjan Duea

Tiang Panjan Duea ( tiang panjang dua ) yang panjangnya 2 Depa atau ±3,4m, merupakan tiang yang paling dasar, penyanggah alang, dan dinding masjid. Jika kita berdiri disisi masjid, kelihatan berjajar tiang tiang ini. Sekarang tinggal 23 buah karena yang sebuah disebelah barat bagian tengah sudah diambil dan dipergunakan untuk tempat mihrab ( untuk imam ).

4. Tiang Gantung

Tian gantung ini ada dua :

a. Tiang gantung yang berdiri menumpang puncak masjid tingginya 7m. Sistem pemasangannya sedikit unik dan sangat menarik perhatian para ahli tukang karena pemasangan Alang yang didahulukan.

b. Tiang gantung sambut. Tiang ini tidak bertumpu diatas tanah atau lantai masjid, tetapi terpaut pada alang masjid penyangga masing-masing tiang. Hal tersebut merupakan paduan dan ikatan daya tenting tiang dan alang yang elastis, sehingga tahan goncangan atau gempa. Pada dasarnya, hampir semua tiang tersebut persegi delapan, dari kayu yang keras dan tahan rayap, seperti kayu Latae dan kayu Tuai.

Selain tiang masjid agung juga memiliki atap yang unik berbentuk tak lazim dari masjid-masjid lainnya, karna masjid ini tidak memiliki kubah akan tetapi atap masjid ini “atap tumpang” yang bersusun tiga makin keatas makin runcing berbentuk limas. Filosofi dari atap masjid ini, bersusun tiga karna melambangkan susunan pemerintahan dusun pondok tinggi “jelas jumadi kepada kami, Minggu (19/5/2024)

Feature: (Defil Putra. B)(Yulinda)

You may also like

Leave a Comment