Ketua DPD IMM Sayangkan Pernyataan Sikap Civitas Akademika Universitas Bengkulu

by redaksi redaksi
0 comment

Kawalnews.com – Civitas Akademika Universitas Bengkulu (Unib) terdiri dari alumni dan sejumlah mahasiswa dan Aktivis Anti Korupsi Bengkulu, baru-baru ini menggelar Deklarasi Keperhatianan Kondisi Bangsa.

Menurut inisiator Deklarasi Prof Dr, Herlambang suatu bangsa tidak boleh tanpa adanya etika khususnya para penyelenggaraan negera, yang menjadi dasar negara yang dilegalkan melalui peraturan. Padahal basis peraturan adalah etika dan moral,azas dan nilai.

“hal ini menjadi kepentingan bangsa yang harus diingatkan, jika tidak diingatkan seolah-olah ini kita benarkan apapun yang dilakukan melanggar etika” kata Herlambang

Terkait Deklarasi tersebut banyak mendapat komentar dan tanggapan dari para aktivis Bengkulu khususnya Ketua DPD IMM Bengkulu Kelvin Aldo yang dengan tegas menolak deklarasi yang di gelar Civitas Akademika Universitas Bengkulu (Unib) beberapa waktu yang lama.

Kelvin mengatakan, “Pertama beberapa tahun yang lalu dekan fakultas hukum itu membekukan SK BEM dan setelah didemo beberapa kali pembekuan itu di batalkan, yang kedua pemilihan dekan hukum UNIB itu apa kabar?, sekarang menjelang beberapa hari pencoblosan kok para akademisi civitas fakultas hukum universitas Bengkulu malah ikut-ikutan deklarasi”. Kata Kelvin Rabu (6/2/2024)

Kelvin melanjutkan, “Kita bukan mempersoalkan deklarasinya, tapi ya akademis harus jadi contoh yang baik di masyarakat, jangan sampai para akademisi dan aktivis-aktivis kampus, dianggap kaum intelektual Bengkulu sebagai aktor-aktor pemecah belah, memang betul para akademisi adalah orang yang harus kritis dalam menyikapi persoalan kebangsaan, tapi dengan deklarasi yang di gelar beberapa hari jelang pemilu kita seolah-olah ingin melegitimasi bahwasanya pemilu hari ini itu siapapun yang terpilih pasti ada kecurangan, soalah-olah tidak sah, dan ini akan membuat masyarakat terpecah belah”. Ungkap Kelvin

Kelvin berharap kepada para akademisi untuk bersabar dan tahan argumentasi sampai selesai hari pencoblosan, selain itu Kelvin juga mengatakan, “Selain itu akademisi ngapain aja waktu pemuda dan mahasiswa aksi besar besaran beberapa tahun kebelakang, ngak sedikit pimpinan pemuda dan mahasiswa ditekan oleh tangan tangan kekuasaan, dan ngak juga sedikit pimpinan pimpinan kampus jadi tangan tangan kekuasaan untuk menekan Mahasiswa pada waktu itu”. Pungkas Kelvin

Sebelumnya beredar informasi melalui media online yang berjudul “Civitas Akademika Bengkulu Suarakan Deklarsi Keprihatinan Bangsa, ini 10 Poin Pernyataannya”.

Rbtv.diswy.id – Dalam menyambut momentum pelaksanaan Pemilhan Umum (Pemilu) serentak 14 februari mendatang.

Selasa pagi (6/2) sebagian Civitas Akademika Universitas Bengkulu (Unib) terdiri dari alumni dan sejumlah mahasiswa dan Aktivis Anti Korupsi Bengkulu, gelar Deklarasi Keperhatianan Kondisi Bangsa. Dengan ikut menyuarakan keprihatinan untuk kebaikan indonesia.

Mencermati indonesia saat ini, dimana etika dan nilai yang tidak lagi menjadi dasar peradaban bangsan indonesia. Kedepannya berkemungkinan akan menimbulkan kehancuran bangsa Indonesia.

Guru Besar Fakultas Hukum sekaligus Insiator Deklarasi Keperhatianan Kondisi Bangsa Prof Dr, Herlambang menyampaikan, 10 poin pernyataan keprihatinan Swara Bengkulu Untuk Indonesia.

Diungkapkan Prof Dr, Herlambang suatu bangsa tidak boleh tanpa adanya etika khususnya para penyelenggaraan negera, yang menjadi dasar negara yang dilegalkan melalui peraturan. Padahal basis peraturan adalah etika dan moral,azas dan nilai.

“hal ini menjadi kepentingan bangsa yang harus diingatkan, jika tidak diingatkan seolah-olah ini kita benarkan apapun yang dilakukan melanggar etika” kata, Inisiator Deklarasi Keperhatianan Kondisi Bangsa, Guru Besar Fakultas Hukum

Sehingga dapat kembali komponen awal dengan mematuhi hukum yang didasari etika dan moral. Agar bangsa kita menjadi bangsa yang besar dapat memperbaiki pola perilaku para penyelenggara negara

Ketua Penyuluh Anti Korupsi Rafflesia Mekar Bengkulu, Daisy Novira menengaskan untuk tidak membenarkan bisa dan membiasakan yang benar termasuk korupsi.

“Perlunya kerjasama semua pihak untuk memberatas korupsi dengan memberikan efek jera dan perlunya sistem pencegahan memanimalisir gerakan korupsi, terus menyuarakan anti korupsi” ujar Daisy Novira, Ketua Forum Penyuh Anti Korupsi Rafflesi Mekar Bengkulu

Berikut 10 poin pernyataan keprihatinan Swara Bengkulu Untuk Indonesia

1. Sudah saatnya menguatkan Pancasila sebagai nilai dasar dan etika bernegara, berbangsa dan bermasyarakat.

2. Jaga Indonesia sebagai Negara hukum, bukan Negara peraturan yang menghamba pada kekuasaan

3. Tumbuhkan budaya malu, tenggang rasa dan tepo seliro dalam berkehidupan kebangsaan yang bebas.

4. Berhentilah melakukan Korupsi, kolusi dan nepotisme

5. Stop eksploitasi yang merusak pengelolaan sumber daya alam dan berakibat pada degradasi peradaban bangsa indonesia.

6. Kawal Netralitas TNI, sebagai tentara rakyat dan POLRI sebagai pengayom Masyarakat.

7. Jangan Gunakan anggaran negara dan daerah untuk memenangkan Caleg dan atau Paslon Presiden tertentu

8. Stop Praktek jual beli suara yang merendahkan harkat dan martabat manusia

9. Cegah dan Tolak Kecurangan dalam pemilu

10. Kawal suara Rakyat, Cegah kecurangan penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu .

You may also like

Leave a Comment