Kawalnews.com – Terkait kerusakan lingkungan yang diduga dampak dari aktivitas pabrik pengelolaan sawit /CPO Masih menjadi fokus Ormas gerakan Rakyat bela tanah adat (garbeta), hari ini senin 8/9/2025 kembali datangi kantor PT. Bengkulu Sawit Lestari yang berada di kecamatan kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan yang di dampingi awak media, ketua Ormas garbeta dedi Mulyadi bersama dengan pengurus DPC Garbeta Bengkulu Selatan beserta beberapa awak media.

Tiba di kantor Bengkulu Sawit Lestari kurang lebih sekitar Jam 11.40 wib datang melapor kebagian scurity untuk bertemu manager guna mengkonfirmasi dan Mengahantarkan surat resmi ke perusahaan Bengkulu sawit Lestari (BSL), saat di temui scurity menyampaikan bahwa pihak manager lagi rapat dan ada tamu dan juga sebentar lagi sudah memasuki jam istirahat, keterangan yang diberikan salah satu scurity yang sedang berjagaberjaga, iq juga mengatakan jika ingin ketemu katanya nanti habis jam istirahat, sekitar jam 02.00 wib, karena istirahat kami kurang lebih 2 jam, bapak datang aja lagi nanti jelasnya, mendengarkan keterangan dari scurity ketua Ormas garbeta yang di dampingi awak media mengiyakan apa yang di sampaikan scurity.
Tepat jam 13.45 wib, ketua Ormas garbeta dan awak media kembali mendatangi kantor, al hasil buat kekecewaan ketua Ormas garbeta dan awka media, krn manager baru saja keluar, keterngan dari scurity, ini membuat ketua Ormas garbeta menjadi geram, dan menyampaikan kepada awak media, bahwa hal seperti ini adalah perbuatan atau tingkah laku dari pihak perusahaan (manager) terkesan menghindar, kami dari Ormas garbeta datang baik baik untuk konfirmasi terkait dugaan pemcemaran lingkungan akibat dari pembuangan limbah pabrik sawit / CPO PT. Bengkulu Sawit Lestari, yang sebelumnya sudah kita konfirmasi surat tidak di jawab dan juga saya pernah datang, alasan meneger keluar, hari ini sudah janji tadi bisa ketemu jam 2 siang malah pas saya sampai gak bisa, alasannya lagi keluar, kalau gak. Mau ketemu kenapa gak disampaikan tadi awal saya ke sini, dengan nada kesal.
Dengan rasa kesal akhirnya ketua umum garbeta hanya bisa menitipkan surat kepada karyawan perusahaan atas nama riky bagian K3, dengan disertai tanda Terima surat, untuk disampaikan kepada pihak manager, ketua umum garbeta juga menyampaikan pesan kepada pihak perusahaan agar manager harus korperatif, kita Ormas datang baik baik, untuk. Mengkonfirmasi, dengan sikap dan prilaku terhadap Ormas dan awak media ini saya menilai pihak manager sengaja menghindar, dan terkesan kesalahan terkait pencemaran lingkungan yang terjadi di sungai Mertam dampak dari limbah pabrik itu benar adanya, pada kesempatan ini saya minta pihak dinas lingkungan hidup dan kehutanan kabupaten Bengkulu Selatan untuk bekerja sungguh sungguh, terkait limbah pabrik PT. Bengkulu sawit Lestari, dan juga tadi saya sudah telpon pihak dinas lingkungan hidup bapak Apif, ia menjelaskan bahwa pihak dinas lingkungan hidup juga hari ini sudah mengambil sampel limbah PT. BSL tunggu 14 hari kerja kedepan hasilnya sudah kita ketahui, dari hasil itu nanti kita bisa sondingkan dengan hasil uji lab kawan kawan garbeta jelasnya via telpon dengan ketua umum garbeta.
