Kawalnews.com – Mustadi (52), warga Desa Pajar Bulan Kecamatan Semendo Darat Kabupaten Muara Enim menjadi korban keganasan harimau Sumater. Jasadnya ditemukan di HUtan Seribu Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat dalam kondisi mengenaskan akibat terkaman harimau.
Dari kronologis yang diterima media ini, korban pada Kamis (12/12/2019) pergi bersama rekannya Irian, untuk memetik buah kopi dan menggiling kopi di kebun yang terletak di Ataran Pademaran Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat. Kemudian, saksi Irian melihat ada harimau yang menuju kearah korban. Saksi langsung berteriak memberitahu korban, namun saat itu juga harimau langsung menerkam korban.
Saksi kemudian menghubungi masyarakat setempat. Sekira pukul 23.00 WIB, anggota Polsek Semendo Darat bersama warga datang mengevakuasi korban.
Akibat terkaman harimau, korban mengalami luka sobek dibagian leher, kaki kiri dan kanan, dan bagian dada sebelah kanan.
Korban sempat diperiksa intensif di Puskesmas Pajar Bulan sebelum kemudian dikebumikan di desa tersebut oleh keluarganya.
“Temannya ini sempat meneriaki korban untuk lari. Namun, harimau tersebut langsung menerkam leher korban, harimau itu sempat pergi setelah menerkam korban. Saat saksi mencoba mendekati untuk menolong temannya, harimau itu datang lagi. Saksi akhirnya menelepon warga dan melapor ke kita,” ujar Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Dharma, dilansir dari Kompas.com.
Pihak kepolisian setempat pun saat ini telah meminta warga menghentikan terlebih dahulu aktivitas di kebun sampai kondisi kembali kondusif.
“Warga diimbau jangan masuk ke kebun dulu,” kata dia.
Untuk diketahui, konflik antara harimau dan manusia di Pagaralam dan Lahat telah empat kali terjadi. Dari empat kali kejadian tersebut, dua berhasil selamat dan dua tewas. Korban yang selamat adalah Marta Rolani (24), petani kopi di Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, yang diserang seekor harimau pada Senin (2/12/2019). Akibat kejadian tersebut, ia mengalami luka cakaran di bagian paha kanan, perut, dan pantat.
Korban lain adalah Irfan (19), wisatawan Taman Gunung Dempo, Kota Pagaralam, yang harus menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami luka robek yang serius. Ia diterkam harimau ketika sedang kamping bersama rekannya pada Sabtu (16/11/2019). Selanjutnya Kuswanto (57), petani kopi di Kabupaten Lahat yang tewas diterkam harimau, pada Minggu (17/11/2019). Terakhir adalah Yudiansah Harianto (40) yang tewas dalam kondisi tinggal tulang seusai diterkam harimau ketika berada di kebun di Desa Bukit Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan,
