Kawalnews.com~ Jalan TOL dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bengkulu diyakini Tuntas Berbarengan di Tahun 2021. Setelah melalui proses panjang disusun perencanaan dan strategi secara komprehensif, akhirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang digagas Gubernur Rohidin Mersyah akan segera terwujud dan dimulai pembangunannya pada awal Tahun 2021.
Genral Menejer (GM) PT Pelindo II Bengkulu Silo Santoso mengatakan saat ini sembilan berkas kelengkapan dari berbagai aspek telah rampung untuk diserahkan kepada Dewan KEK yang ditugaskan oleh Presiden secara khusus untuk menjamin progress KEK Bengkulu berjalan sesuai rencana.
“Untuk saat ini perkembangan KEK kita sedang sinkronisasi dengan Kabag Pusat, karena peraturan pemerintahan Nomor 1 tahun 2020 persyaratannya ini lebih sedikit dibandingkan dengan peraturan yang lama, dan ini mudah-mudahan lebih fleksibel dan kita diharapkan lebih cepat prosesnya dikaitkan dewan KEK di nasional,” ungkapnya, Senin, (22/6/2020)
Untuk saat ini ungkap Silo, Pihaknya sedang sinkronisasi persyaratan karena terdapat perubahan yang cukup mendasar dari konsep KEK. Persyaratan saat ini ada sekurang-kurangnya seperti izin lingkungan, rencana hidup, kajian bisnisnya, kemudian ada skema rencana pembiayaan dan kemudian ada lagi satu adalah zonasi.
“Sebelumnya ada sekitar 17 persyaratan, sekarang lebih singkat lebih sedikit dan persyaratan-persyaratannya akan kita review dan sedang kita sinkronkan agar nanti proses di dewan KEK Nasional juga. Keluar zonasi sebelumnya itu sekitar 400 hektar sekarang ini kita review lagi sesuai dengan pendekatan review bisnis yang dilakukan oleh Kabag Pusat itu ada penyesuaian sekarang ini secara bertahap itu sekitar 200 lebih dan itu ada tahapannya,” sampainya.
Sekarang ini untuk prosesnya tambah Silo, pihaknya akan di ajukan terlebih dahulu perizinan sebagai Kawasan ekonomi khusus. Sambil bersinergi dengan berbagai pihak untuk mencari calon-calon investor yang sangat potensial berkeinginan berinvestasi di Bengkulu ini.
“Kalau untuk tahun depan Insyaallah sekarang kita lihat kondisinya ada Covid-19 seperti ini juga yang mempengaruhi perkembangan industri kita. kita akan semaksimal mungkin menggali jalan-jalan sektor yang berkomitmen untuk mengembangkan di Bengkulu. Kalau untuk saat ini ya memang belum ada. Kita sudah mencari bersama pemerintah Provinsi untuk mencari jalan-jalan investor dan calon-calon mitra kita,” ungkapnya.
“Sekarang ini investor kita belum ada yang menunjukkan keseriusannya, kalau kemarin kan ada inspektor dari Korea dari Hindia dan sampai saat ini kita masih menunggu respon mereka dan juga sampai saat ini mereka belum menunjukkan adanya keseriusan. Disini dan kita sedang mencari juga investor-investor yang lain mungkin ada yang berminat untuk mengembangkan bisnis disini,” pungkasya. (BT/AMBO)
