Kawalnews.com – Polda Bengkulu hadiri kegiatan Istighosah, deklarasi dan Doa bersama yang di gelar Pondok Pesantren (Ponpes) Al – Hidayah di Desa Sukasari Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma yang dipimpin KH. M. Mashum Muis, Dengan tema “Bersholawat Untuk Persatuan Indonesia”. Rabu (27/1/2024)
Dalam sambutannya Panit II Subdit Kamsus Ditintelkam Polda Bengkulu IPDA Andri Juliadi mengatakan, “Permohonan maaf dari Kasubdit Kamsus Ditintelkam Polda Bengkulu karena tidak bisa hadir dalam kegiatan ini, beliau sedang ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan”. Ucapny
“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh element masyarakat yang telah terlibat dalam terselenggaranya kegiatan ini dan terkhusus kepada Pengurus Ponpes Al – Hidayah yang telah memfasilitasi kegiatan ini serta Kepala Desa beserta Perangkatnya, kegiatan Doa Bersama dan Deklarasi Untuk Persatuan Indonesia ini merupakan salah satu upaya dalam menciptakan Pemilu Tahun 2024 yang aman, damai dan kondusif di wilayah Provinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Seluma”.

“Pada kesempatan ini Kami juga telah menyiapkan sedikit sumbangan dalam bentuk uang tunai untuk membantu pembangunan Asrama Santri di Ponpes Al – Hidayah Desa Sukasari, semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua”. Harapnya
Pimpinan pondok pesantren Al – Hidayah KH. M. Mashum Muis menyambut baik atas kehadiran dan bantuan pihak Polda Bengkulu, “Atas nama pondok pesantren Al – Hidayah kami mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada pihak Polda Bengkulu yang berkesempatan hadir pada acara ini, terkhusus atas bantuan yang di berikan Polda Bengkulu, semoga bantuan ini akan menjadi amal ibadah untuk Polda Bengkulu”. Tutur Mashum
“Melalui kegiatan istighosah ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi kita semua, karena berdasarkan tema kita keutuhan dan persatuan NKRI merupakan tanggungjawab kita bersama, maka dari itu apabila ada individu maupun kelompok yang berniat memecah belah persatuan Indonesia dengan berbagai upaya adalah bentuk ketidakpahaman dalam beragama, karena Rasulullah SAW telah menyampaikan bahwa setiap muslimin harus patuh kepada pemimpinnya (Presiden)”.
“Saat ini kita dalam Tahun Politik untuk memilih pemimpin pada Pemilu Tahun 2024, perbedaan pendapat bukanlah suatu permasalahan yang bisa menyebabkan kita sesama bangsa Indonesia untuk saling membenci dan memusuhi, ayo bersama – sama kita ciptakan Pemilu Tahun 2024 yang aman dan kondusif, serta tidak mudah terpengaruh oleh individu maupun kelompok yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI”.
