Kawalnews.com – Helmi Hasan meminta Direktur Kepatuhan Bank Bengkulu yang baru untuk memastikan seluruh operasional perusahaan berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting guna memperkuat tata kelola perusahaan serta mencegah munculnya persoalan, baik dari sisi internal maupun eksternal.
Hal itu disampaikan Helmi Hasan di Bengkulu, Kamis, usai penetapan Somi Mohamad Yunus sebagai Direktur Kepatuhan PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu untuk masa jabatan 16 April 2026 hingga 15 April 2030 berdasarkan keputusan dewan komisaris.
Menurut Helmi, proses pemilihan direktur kepatuhan berlangsung cukup panjang sehingga hasil akhirnya diharapkan mampu menghadirkan figur yang benar-benar memiliki kapasitas dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas pengawasan kepatuhan di lingkungan bank daerah tersebut.
“Pemilihan Direktur Kepatuhan ini prosesnya cukup panjang. Dengan penantian dan proses yang lama itu, tentu kita harapkan kualitasnya betul-betul baik, sehingga Bank Bengkulu tidak memiliki persoalan, baik internal maupun eksternal,” kata Helmi Hasan.
Ia menegaskan bahwa posisi direktur kepatuhan memiliki peran strategis dalam menjaga disiplin organisasi, terutama agar seluruh jajaran perusahaan tetap mematuhi regulasi di sektor perbankan. Menurutnya, fungsi kepatuhan tidak hanya berkaitan dengan administrasi semata, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan daerah.
Helmi menjelaskan, direktur kepatuhan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, hukum yang berlaku, serta kebijakan internal perusahaan. Selain itu, posisi tersebut juga berfungsi membangun budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi.
Ia menambahkan, direktur kepatuhan harus mampu mengelola risiko perusahaan sekaligus mencegah potensi sanksi hukum yang dapat merugikan bank. Dalam struktur organisasi perusahaan, direktur kepatuhan juga bertindak sebagai pengawas internal yang independen guna memastikan prinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik dapat diterapkan secara konsisten.
“Ke depan, Direktur Kepatuhan Bank Bengkulu harus bekerja lebih keras, mengawal agar setiap orang yang terlibat di Bank Bengkulu ini taat pada aturan,” ujar Helmi.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola perusahaan di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas di sektor jasa keuangan. Menurut dia, bank pembangunan daerah memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sehingga seluruh operasional harus dijalankan secara profesional dan bebas dari pelanggaran.
Sementara itu, Somi Mohamad Yunus menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan dan berkomitmen memperkuat sistem pengawasan internal serta budaya kepatuhan di lingkungan Bank Bengkulu. Ia menilai kepatuhan terhadap aturan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas dan reputasi perusahaan.
Pada kesempatan yang sama, Helmi Hasan turut menyampaikan capaian Provinsi Bengkulu yang berhasil meraih dua predikat terbaik dari Kementerian Dalam Negeri, yakni peringkat pertama dalam pengendalian inflasi dan penurunan angka pengangguran.
Menurut Helmi, penghargaan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong perputaran ekonomi daerah melalui kegiatan Semarak Merah Putih yang melibatkan pelaku UMKM di berbagai titik di Bengkulu. Program itu diharapkan mampu menjaga stabilitas inflasi sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga keuangan seperti Bank Bengkulu dapat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu.
