Bengkulu, Kawalnews.com – Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Bengkulu menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perhatian terhadap upaya restorasi ekosistem di Provinsi Bengkulu melalui berbagai program pelestarian lingkungan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
Upaya tersebut meliputi rehabilitasi hutan, restorasi kawasan hutan, pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS), hingga pemulihan ekosistem pesisir sebagai langkah menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
MAPEL Bengkulu menyatakan akan terus berinovasi dan melakukan kerja nyata dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Organisasi tersebut menilai upaya menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama agar tercipta keadilan ekologis dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Selain fokus pada restorasi, MAPEL Bengkulu juga menyoroti ancaman abrasi yang dinilai semakin serius di sejumlah wilayah Bengkulu, termasuk kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Kondisi tersebut diperparah oleh dampak krisis iklim yang memicu kenaikan permukaan air laut dan berpotensi mempercepat kerusakan kawasan pesisir.
MAPEL turut menaruh perhatian terhadap kerusakan lingkungan, khususnya hutan lindung di Kabupaten Mukomuko. Persoalan tersebut, menurut MAPEL, telah menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang melakukan investigasi langsung di lapangan.
Organisasi itu juga mendorong penelusuran secara objektif terhadap aktivitas perambahan hutan dan dugaan keterlibatan perusahaan pemegang izin di sekitar kawasan hutan produksi. Langkah investigasi menyeluruh dinilai penting guna memastikan dampak kerusakan kawasan terhadap jalur hidup satwa liar, terutama di Bentang Alam Seblat.

Ketua dewan Eksekutif Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Bengkulu, Kasrul Pardede.
Sejalan dengan visi dan misinya, MAPEL Bengkulu berupaya mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, lestari, dan harmonis melalui partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia.
MAPEL juga mendorong pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian alam, serta pengembangan program pengelolaan sampah dan penghijauan di lingkungan masyarakat.
Ketua Dewan Eksekutif MAPEL Bengkulu, Kasrul Pardede, menegaskan pihaknya berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bengkulu.
“Kami percaya keberhasilan menjaga alam hanya dapat tercapai melalui kebersamaan dan kepedulian bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan alam,” kata Kasrul Pardede.
