“Semua investor di Lebong ini akan dievalusi kedepan. Sejauh mana konstribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD),” ungkapnya, Rabu (24/02/21).
Dia menjelaskan, konstribusi perusahaan baru muncul ketika ada masalah. Terutama saat berhadapan dengan masyarakat.
“Yang ada masalah yang kita hadapi. Mulai dari izin, lahan. Semuanya merasa dirugikan,” sampainya.
Dia menyatakan, sejauh ini hanya ada beberapa investor yang berdampak bagi masyarakat maupun daerah. “Kita bukan memuji atau apa. Hanya ada satu perusahaan yang jelas kontribusinya. Yang lain yang sudah berinvestasi kita belum lihat itu. Bahkan, manajemennya sulit ditemui,” demikian Wilyan. (ADV)
