Jelang Festival Tabut 2026, 17 Komunitas Tabut Serukan Persatuan, Kedamaian, dan Bijak Bermedia Sosial

by redaksi redaksi
0 comment

Bengkulu, Kawalnews.com – Sebanyak 17 Komunitas Tabut di Provinsi Bengkulu mendeklarasikan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian tradisi Tabut sekaligus memperkuat persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan Festival Tabut 2026.

Deklarasi yang disampaikan pada 19 Juni 2026 tersebut menegaskan komitmen para pewaris dan pelestari budaya Tabut dalam mempertahankan nilai-nilai luhur tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai warisan budaya Bengkulu.

Ketua Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bencoolen, Achmad Syiafril, mengatakan seluruh komunitas Tabut memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keaslian tradisi sekaligus memastikan Festival Tabut menjadi ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan masyarakat.

“Kami, 17 Komunitas Tabut, berkomitmen untuk terus menjaga, melestarikan, dan menghormati nilai-nilai luhur tradisi Tabut sebagai warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Festival Tabut harus menjadi perekat persaudaraan dan kebanggaan masyarakat Bengkulu,” kata Achmad Syiafril.

Dalam deklarasi tersebut, 17 Komunitas Tabut juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan, kedamaian, dan persatuan selama rangkaian Festival Tabut maupun dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Selain itu, komunitas Tabut menegaskan penolakan terhadap segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, fitnah, serta penyebaran informasi bohong (hoaks) yang berpotensi memecah belah persaudaraan dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Achmad Syiafril juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial dengan selalu memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarluaskannya.

“Kami mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dengan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sehingga tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan hoaks yang dapat merusak persatuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, 17 Komunitas Tabut menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman, damai, tertib, dan kondusif di Provinsi Bengkulu.

Menurut Achmad Syiafril, Festival Tabut merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan budaya Bengkulu kepada masyarakat Indonesia hingga dunia internasional, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

“Mari jadikan Festival Tabut sebagai momentum mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, serta memperkenalkan budaya Bengkulu yang bermartabat kepada masyarakat Indonesia dan dunia. Bersama kita jaga persatuan, bersama kita tolak hoaks, bersama kita wujudkan Bengkulu yang aman, damai, dan harmonis,” katanya.

Ia menegaskan semangat yang diusung seluruh komunitas Tabut adalah menjaga kelestarian budaya sebagai perekat persatuan bangsa.

“Tabut Lestari, Bengkulu Damai, Indonesia Maju,” tutup Achmad Syiafril.

You may also like

Leave a Comment