Bengkulu, Kawalnews.com – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Bengkulu mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh video demonstrasi yang beredar di media sosial menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua PKC PMII Provinsi Bengkulu Carles Arpindo mengatakan masyarakat perlu lebih kritis dalam menyikapi berbagai konten yang beredar, terutama video yang tidak mencantumkan waktu dan lokasi kejadian secara jelas.
Menurut Carles, sejumlah video yang kembali beredar di media sosial diduga merupakan rekaman lama yang diunggah ulang dengan narasi berbeda. Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat salah memahami situasi sebenarnya.
“Saya meminta masyarakat tidak mudah percaya dan terprovokasi oleh video demonstrasi yang beredar di media sosial. Periksa terlebih dahulu sumber, waktu, lokasi, dan konteks videonya sebelum menyebarkan kembali,” kata Carles di Bengkulu.
Ia menilai pola penyebaran informasi yang menyesatkan kini semakin beragam. Selain menggunakan informasi palsu, konten yang beredar dapat memanfaatkan rekaman lama, memotong bagian tertentu dari sebuah peristiwa, hingga menggunakan video dari luar negeri yang kemudian diklaim sebagai kejadian di Indonesia.
Carles mengatakan penyebaran video tanpa konteks dapat membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat. Apalagi jika konten tersebut disertai narasi yang menggambarkan adanya aksi demonstrasi besar tanpa disertai informasi yang dapat diverifikasi.
“Jangan sampai video lama atau video yang sudah dipotong konteksnya kemudian dianggap sebagai kejadian terbaru. Ini dapat menimbulkan keresahan dan memperkeruh situasi,” ujarnya.
Untuk mencegah penyebaran disinformasi, Carles meminta masyarakat mengutamakan informasi dari media massa yang kredibel dan telah melakukan verifikasi sebelum mempercayai suatu informasi.
Ia juga mendorong media massa memperkuat peran dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan cepat. Menurutnya, kecepatan penyampaian informasi yang benar menjadi salah satu kunci untuk menangkal informasi palsu di ruang digital.
“Media massa memiliki peran penting untuk memberikan informasi yang benar dan terverifikasi kepada masyarakat. Dengan begitu, ruang digital tidak mudah dipenuhi narasi yang dapat menyesatkan dan memicu keresahan,” katanya.
Carles menegaskan PKC PMII Provinsi Bengkulu mendukung upaya pemerintah dalam mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan video yang belum diketahui kebenarannya.
Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi, khususnya video demonstrasi yang kembali viral menjelang momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Yang paling penting adalah masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan selalu melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas dan persatuan,” ujar Carles.
